Ferry Efendi

Berbagi, Peduli dan Menginspirasi

BELAJAR DARI EDITOR JURNAL BEREPUTASI INTERNASIONAL

02 January 2017 - dalam Umum Oleh ferry-efendi-fkp

Tulisan berikut merupakan pengalaman saya mengikuti 4th Health System Research yang dilaksanakan bulan November 2016 di Vancouver Canada. Ada dua sesi satelit menarik yang terkait dengan publikasi di jurnal bereputasi internasional, “how to write a good paper and get it published” serta “Meet the editors.” Beberapa editor jurnal berikut hadir diantaranya BMJ Global Health; International Journal of Equity in Health; Publisher BMC Journals, Health Policy and Planning; Global Health, Health Affairs; The Lancet Global Health; yang mana jurnal-jurnal ini merupakan jurnal terindeks Web of Science dan juga Scopus. Menulis di jurnal bereputasi internasional merupakan tantangan tersendiri bagi kita khususnya penutur non-English. Apalagi jika jurnal bereputasi internasional tersebut terindeks oleh Thomson Reuters/Web of Science yang notabene rejection ratenya bisa mencapai 90%-95% (terutama untuk  impact factor tinggi). Penasaran impact factor jurnal terindeks TR bisa dilihat disini http://indonesiannursing.com/daftar-jurnal-terindeks-isi-thomson-reuters-2014/. Sedangkan daftar jurnal terindeks Scopus/Scimago dapat dilihat disini beserta nilai SJR nya http://indonesiannursing.com/daftar-jurnal-terindeks-scopus-tahun-2014/. Update terbaru silahkan cari linknya di situs ini, malas nyari,hehe.. . Nah pingin tahu tips trik publikasi di jurnal bereputasi internasional yang terindeks Web of Science/Thomson Reuters dan Scopus/Scimago, simak ya

  1. Buat abstrak yang baik dan jelas, menurut Diana Marshall, salah satu editor BMC, abstrak akan dibaca pertama kali oleh editor. Jika menurut mereka bagus dan laik, naskah akan dilanjutkan ke reviewer. Sebaliknya, naskah akan dikembalikan ke penulis jika dirasa kurang. Apa abstrak yang bagus, setidaknya memuat IMRAD, Intro-Methods-Result and Discussion. Selain itu perlu Anda perhatikan panduan di jurnal yang Anda tuju, apakah ada format abstrak spesifik yang diminta jurnal.
  2. Kekinian, meminjam istilah anak muda zaman sekarang 🙂 Pastikan apa yang Anda tulis sesuai dengan agenda internasional atau regional. Misal sekarang lagi ramai-ramainya membahas SDG/sustainable development goals atau mungkin di kawasan ASEAN lagi ramai dibicarakan Asean Economic Community.
  3. Ikuti panduan global, hal ini penting untuk meminimalkan apa yang kurang dalam naskah kita dan memperkecil risiko ditolak oleh editor. Lalu kemana kita harus merujuk panduan yang akan kita gunakan? Rujuk saja yang menjadi panduan jurnal bereputasi internasional, misal untuk studi kualitatif kita bisa mempertimbangkan COREQ – Consolidated criteria for reporting qualitative research, sedangkan untuk studi kuantitatif dengan desain RCT kita bisa gunakan CONSORT – Consolidated Standards of Reporting Trials. Silahkan sedot panduannya disini ya http://indonesiannursing.com/critical-appraisal-artikel-ilmiah-kritik-jurnal/
  4. Metode, perkuat metode penelitian Anda. Coba tuliskan sedetail mungkin metode yang Anda gunakan. Cara termudah adalah melihat panduan di atas atau membaca beberapa artikel yang telah terbit dengan metode yang sama. Ikuti saja bagaimana cara mereka menjabarkan metodenya, tentunya dengan gaya Anda sendiri.
  5. Masalah etik, baik itu plagiarisme maupun lainnya. Detailnya bisa dibaca disini http://publicationethics.org/ . Untuk cek plagiarisme bisa baca2 disini http://indonesiannursing.com/software-anti-plagiat-gratisan-versus-berbayar-viper-vs-grammarly/ atau http://indonesiannursing.com/software-anti-plagiat-turnitin-atau-viper/ . Kalau saya pribadi saat ini menggunakan turnitin karena sudah terbukti handal.
  6. Gunakan Bahasa inggris yang baik dan jelas, coba baca ini ya http://indonesiannursing.com/software-yang-wajib-dimiliki-dosen/ . Memang bahasa tidak bisa dianggap sepele, salah grammar saja sudah dikembalikan ke penulis oleh editor. Kalau yang satu ini Anda bisa percayakan ke editor native (berbayar) atau Anda juga bisa memanfaatkan bantuan mesin seperti grammarly/ginger. Maaf bukan promosi tetapi memang software ini sangat membantu saya dalam konsistensi (US/British version), typo errors dll.
  7. Rentang waktu yang dibutuhkan oleh jurnal terindeks Thomson Reuters/Web of Science dan Scopus mulai dari submission sampai accepted sangat beragam, tergantung dari berbagai macam aspek, impact factor, editor, reviewer, dan yang terpenting kualitas artikel kita. Pengalaman saya sebagai berikut: Nursing Ethics (submitted juli 2014, accepted Juli 2015, total 1 tahun), Japan Journal of Nursing Science (submitted Juli 2014, accepted September 2015, total 1 tahun 2 bulan), Rural Remote and Health (Submitted November 2011, accepted June 2012, total 8 bulan), Health Policy & Planning (Submitted 25 Oktober 2015, status hingga desember 2016 masih under review). Artikel saya lainnya rata-rata perlu waktu 1 tahun mulai  dari submission. Pengalaman dari teman lainnya juga bervariasi, tercepat ada yang 3 bulan dan terlama 2 tahun. So, bagi Anda yang menjadikan publikasi sebagai syarat kelulusan (hingga status accepted), siapkan mental Anda semenjak dini, perbanyak latihan menulis dan membaca jurnal yang Anda minati.
  8. Nanti saya update lagi ya, semoga sempat, keep writing kawan!

Sumber: http://indonesiannursing.com/belajar-dari-editor-jurnal-bereputasi-internasional/



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

Pengunjung

    39.364