Ferry Efendi

Berbagi, Peduli dan Menginspirasi

Review Sistematis Peningkatan Retensi Tenaga Kesehatan di Daerah Tertinggal

01 July 2017 - dalam Umum Oleh ferry-efendi-fkp

Ferry Efendi1
, Anna Kurniati2
1
Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga
fefendi@indonesiannursing.com
2
Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan, Badan Pengembangan dan
Pemberdayaan SDM Kesehatan-Kementerian Kesehatan
annakurniati@gmail.com
Abstrak 
Indonesia merupakan salah satu dari 57 negara yang mengalami krisis Sumber Daya Manusia
Kesehatan di dunia. Krisis tenaga kesehatan semakin dirasakan di daerah tertinggal yang
mengakibatkan terhambatnya pembangunan Indonesia secara keseluruhan. Kondisi ini
diperparah pula oleh rendahnya retensi tenaga kesehatan untuk mengabdi di daerah tersebut.
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis best practices dalam meningkatkan retensi tenaga
kesehatan di daerah tertinggal. Sistematis review dilakukan dari database artikel di google
scholar, pubmed, ebsco, proquest dan science direct dengan kata kunci “retensi tenaga
kesehatan” dan “daerah tertinggal”. Pencarian dilakukan dengan rentang publikasi adalah 10
tahun lalu. Kriteria artikel adalah artikel yang direview oleh mitra bestari, dokumen pemerintah
dan lokasi penelitian di negara berkembang. Didapatkan 33 referensi dari sekitar 2000 referensi
yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Berdasarkan analisis yang dilakukan, kebijakan
rekrutmen tenaga kesehatan yang berasal dari daerah tertinggal sangat disarankan. Selain itu
kontrak kerja melalui mekanisme beasiswa pendidikan juga menunjukkan retensi yang baik.
Wajib kerja dengan dukungan infrastruktur yang memadai juga perlu dipertimbangkan sebagai
salah satu upaya meningkatkan akses terhadap tenaga kesehatan di daerah tertinggal. Pemberian
insentif baik finansial maupun non finansial pada tenaga kesehatan di daerah tertinggal
berkontribusi terhadap kebetahan mereka. Rekomendasi ini dapat digunakan oleh pemerintah
pusat dan daerah untuk mempercepat pembangunan kesehatan di daerah tertinggal melalui
kebijakan peningkatan retensi tenaga kesehatan.
Kata kunci: retensi, tenaga kesehatan, daerah tertinggal, daerah terpencil
1. Latar Belakang
Pemerintah dan pembuat kebijakan di berbagai negara manapun berjuang untuk mencapai 
kesetaraan kesehatan khususnya bagi komunitas yang rentan dan kurang beruntung. Tantangan 
terbesarnya adalah memastikan masyarakat yang hidup di daerah tertinggal dan terpencil 
memiliki akses terhadap tenaga kesehatan yang kompeten (World Health Organization, 2010).
Sebagai salah satu negara yang dinyatakan mengalami krisis tenaga kesehatan oleh Badan 
Kesehatan Dunia di tahun 2006 (World Health Organization, 2006). Indonesia harus berjuang 
keras untuk meningkatkan jenis, jumlah dan mutu tenaga kesehatan. Selain itu masalah 
maldistribusi dan ketidakseimbangan geografis juga semakin memperbesar tantangan tersebut. 
Mendistribusikan dan menempatkan tenaga kesehatan di daerah tertinggal dengan kuantitas dan 
kualitas yang memadai menjadi hal kritis dalam pemberian pelayanan kesehatan. Sebagai contoh 
yang mudah jika kita membandingkan rasio tenaga kesehatan antara pulau Jawa-Bali dan luar 
pulau Jawa-Bali. Data terbaru dari Kementerian Kesehatan tahun 2013 menunjukkan bahwa



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

Pengunjung

    42.365