Ferry Efendi

Berbagi, Peduli dan Menginspirasi

Uji Aktifitas Antimalaria Ekstrak Air Daun Jambu Biji (Psidium Guajava) pada Kultur Plasmodium Falciparum In Vitro

02 July 2017 - dalam Publikasi Nasional Oleh ferry-efendi-fkp

ABSTRAK

 Malaria masih merupakan masalah kesehatan di dunia dan di Indonesia.Penyakit malaria tersebar cukup merata di seluruh kawasan di Indonesia, namun paling banyak dijumpai di luar wilayah Jawa-Bali, bahkan di beberapa tempatdapat dikatakan sebagai daerah endemis malaria. Pengobatan malaria sebagai penyakit menular sudah dilakukan sejak dulu tetapi sampai saat ini masih belummenunjukkan hasil yang optimal. Salah satu kendala yang dihadapi adalahmeningkatnya resistensi Plasmodium terhadap obat antimalaria di berbagaidaerah sehingga sampai saat ini belum ada obat anti malaria yang ideal. Tujuandari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase penghambatan dan IC 
50
ekstrak air daun jambu biji pada kultur P. falciparum secara in vitro. Penelitianini merupakan penelitian eksperimental laboratorium yang dilakukan secara invitro. Prosentase penghambatan pemberian ekstrak air daun jambu biji padakultur isolat P. falciparum secara in vitro pada dosis 0,01; 0,1; 1; 10; 100 µg/mladalah sebesar 24,4; 43,9; 29,3; 48,8; 65,8 %. Pemberian ekstrak air daun jambubiji mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan P. falciparum in vitrodengan nilai IC 
50
 pada inkubasi 48 jam sebesar 7,35 µg/ml.Kata kunci : anti malaria, ekstrak air daun jambu biji, plasmodium falciparum,in vitro
PENDAHULUAN
Malaria masih merupakan masalah kesehatan di dunia. Penyakit malariaterjadi di sekitar 100 negara yang tersebar di beberapa belahan dunia, terutama dinegara-negara miskin, daerah tropis Afrika, Asia dan Amerika Latin. Lebih dari90 % kasus malaria terjadi di daerah tropis Afrika, terutama menyerang anak-anakkecil dan wanita hamil. Malaria menyebabkan sekitar 273 juta kasus klinik dan1,12 juta kematian setiap tahun. Lebih dari 40 % populasi dunia (>2,1 milyarpenduduk) diperkirakan berisiko terjangkit penyakit ini (WHO, 2003).Sekitar 1,2 milyar penduduk atau sekitar 85 % dari total populasi di AsiaTenggara berisiko terkena penyakit malaria. Sekitar 30 % penduduk yang berisikotersebut hidup di daerah risiko sedang sampai risiko tinggi malaria. Sebagianbesar penduduk yang hidup di daerah risiko malaria berada di India, Indonesia,Myanmar dan Thailand (Whosea, 2004). Obat malaria yang tertua adalah kina,namun karena efek samping yang besar dan kemajuan di bidang kimia saat ini,menyebabkan kina diganti dengan obat malaria sintetik seperti amodiakuin danklorokuin (Phillipson, 1991). Namun demikian,
Plasmodium falciparum
 yangresisten terhadap klorokuin telah ditemukan di seluruh bagian negara tropis didunia antara lain Kolombia dan Brazil. Kemudian secara berturut-turut ditemukan juga di Asia Tenggara, Thailand, Malaysia, Kamboja, Vietnam, Laos, Filipina. DiIndonesia, resistensi
P. falciparum
 terhadap klorokuin ditemukan di Kalimantan

 

https://www.academia.edu/1809964/UJI_AKTIFITAS_ANTIMALARIA_EKSTRAK_AIR_DAUN_JAMBU_BIJI_PSIDIUM_GUAJAVA_PADA_KULTUR_PLASMODIUM_FALCIPARUM_IN_VITRO



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

Pengunjung

    42.366