Ferry Efendi

Berbagi, Peduli dan Menginspirasi

TUGAS RESUME KEPERAWATAN KOMUNITAS DAN KELUARGA

09 February 2018 - dalam Tugas Kuliah Oleh ferry-efendi-fkp

Oleh: M. ALI MACHRUS, S.Kep

NIM: 131623143072

1. Resume Kegiatan Pokja Kesehatan LingkunganMahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners (P3N) angkatan B18 kelompok 4 gelombang II telah melaksanakan profesi ners stase Keperawatan Komunitas di wilayah Medokan Semampir RW VIII pada tanggal 4 Desember 2017 hingga 20 Januari 2018. Dalam program profesi ners tersebut, telah dicanangkan 4 pokok kerja (pokja) sebagai program utama yaitu pokja lansia, KIA, remaja dan kesehatan lingkungan. Kesehatan lingkungan menjadi salah satu program utama keperawatan komunitas untuk dijadikan fokus peningkatan derajat kesehatan masyarakat karena menjadi salah satu pilar ilmu keperawatan komunitas yang memiliki potensi untuk menimbulkan gangguan yang bisa mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan serta mampu dilakukan analisis untuk mencari upaya alternatif pemecahan masalah.Langkah pertama yang dilakukan adalah pengambilan data untuk mengkaji permasalahan kesehatan yang ada di masyarakat. Data pengkajian berasal dari wawancara kader, tokoh RT dan RW, Puskesmas, laporan komunitas berkelanjutan, warga setempat, observasi dan hasil survey door to door oleh mahasiswa. Berdasarkan hasil pengkajian dan analisis pada fokus kesehatan lingkungan didapatkan masalah terkait kurangnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan kesadaran warga terkait penyebaran penyakit di RW VIII khususnya di RT 01 dan 02. Dari hasil pengkajian tersebut, didapatkan masalah dan bersama warga dalam diskusi bersama Foccus Group Discussion (FGD) pada tanggal 12 Desember 2017 dan mini lokakarya (minlok) tanggal 14 Desember 2017 telah disepakati bersama penanganan masalah kesehatan lingkungan berupa program kerja. Program kerja yang disepakati antara lain kerja bakti bersama, sosialisasi gerakan masyarakat satu rumah satu jumantik dan sosialisasi Bank Sampah.Program kegiatan pertama yang dilaksanakan adalah kerja bakti Minggu pagi pada tanggal 17 Desember 2017. Kerja bakti di lingkungan RT02 bersama warga sekitar membersihkan area kebun, selokan, masjid, pemukiman warga dan lapangan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya dalam pemeliharaan kesehatan lingkungan. Manfaat kegiatan kerja bakti selain lingkungan sekitar lebih bersih, warga yang ikut serta merasakan lebih guyub dan terjalin gotong royong. Kegiatan pokja kesehatan lingkungan kedua adalah sosialisasi gerakan masyaratakat satu rumah satu jumantik yang menjadi tindak lanjut progran kelompok besar Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di kelurahan Medokan Semampir. Sosialisasi Gerakan Masyarakat Satu Rumah Satu Jumantik dilaksanakan hari 24 Desember 2017 di RT 01 dan 6 Januari 2018 di RT 02 yang diikuti oleh ibu-ibu sebagai sasaran utama penyuluhan. Selama sosialisasi warga diberi penjelasan bahaya penyakit dengan vektor nyamuk, siklus hidup nyamuk dan cara memberantasan sarang nyamuk. Selanjutnya warga diberi tabel observasi jentik berkala tiap minggu dan stiker jumantik. Kegiatan kesehatan lingkungan terakhir adalah sosialisasi Bank Sampah. Sosialisasi bank sampah mengundang narasumber dari pengurus Bank Sampah RT 01 dilaksanakan pada tanggal 7 Januari 2018 di balai RT 01 yang diikuti ibu-ibu arisan RT 01. Sosialisasi bank sampah menjelaskan mengenai manfaat bank sampah, sistem bank sampah dan jenis sampah yang dapat ditampung.Kegiatan pokja kesehatan lingkungan dapat berjalan dengan lancar karena partisipasi dan kerjasama dari warga RT 01 & 02 RW VIII. Hambatan dalam kegiatan ini antara lain waktu mulai yang tidak tepat dan fasilitas tempat yang kurang luas. Solusi dari hambatan kegiatan adalah koordinasi dengan warga dan kader mengenai waktu pelaksanaan dan alternatif tempat yang lebih luas. Harapan dari pokja kesehatan lingkungan adalah terlaksananya kerja bakti dan pemantauan jentik nyamuk berkala oleh warga dan keikutsertaan warga dalam bank sampah.Sumber:Hasil Pengkajian awal FGD 4-7 Desember 20172. Jelaskan konsep komunitasKomunitas adalah sekelompok manusia serta hubungan yang ada di dalamnya sebagaimana yang berkembang dan digunakan dalam suatu agen, institusi serta lingkungan fisik yang lazim (Widagdo, 2016).

Fungsi komunitas (Widagdo, 2016):

1. Produksi, distribusi dan konsumsi

2. Sosialisasi

3. Kontrol sosial

4. Partisipasi

5. Dukungan bersama

Keperawatan komunitas adalah suatu bentuk pelayanan profesional berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan yang ditujukan terutama pada kelompok risiko tinggi untuk meningkatkan status kesehatan komunitas dengan menekankan upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit serta tidak mengabaikan kuratif dan rehabilitatif (Widagdo, 2016).

Prioritas Pembangunan Kesehatan Indonesia tahun 2015-2019 (Kemenkes, 2016):

1. Upaya kesehatan

a. Peningkatan kesehatan ibu dan anak

b. Pengendalian kematian bayi dan balita

2. Gizi masyarakat

3. Penyakit menular

4. Penyakit tidak menular

5. Kesehatan jiwa

Indikator Pencapaian Perkesmas:

Indikator keberhasilan kinerja Perkesmas terdiri dari 6, yaitu:

a. Indikator kinerja klinik

Ada 4 indikator dalam menilai keberhasilan kinerja klinik Perkesmas, yaitu:

1) Indikator input

- Presentasi perawat koordinator (D3 Keperawatan)

- Presentasi penanggungjawab daerah binaan/desa punya PHN kit

- Presentasi Puskesmas memiliki pedoman/standar

- Tersedia dana operasional untuk pembinaan

- Tersedia standar/pedoman/SOP pelaksanaan kegiatan

- Tersedia dukungan administrasi (buku register, family folder, formulir laporan, dll)

2) Indikator proses

- Perentasi keluarga awam mempunyai family folder

- Maping (peta)sasaran Perkesmas

- Rencana kegiatan Perkesmas (POA)

- Bukti pembagian tugas perawat

- Ada kegiatan koordinasi dengan petugas kesehatan lain

- Catatan keperawatan- Kegiatan refleksi diskusi kasus

- Hasil pemantauan dan evaluasi

3) Indikator output

- Persentasi keluarga awam

- Persentasi keluarga selesai dibina

- Persentasi penderita (prioritas SPM) dilakukan tindak lanjut keperawatan (follow up care)

- Perentasi kelompok dibina

- Persentasi daerah binaan di suatu wilayah

4) Indikator hasil (outcome) yang ingin dicapai adalah terbentuknya keluarga mandiri dalam memenuhi kesehatannya/mengatasi masalah kesehatannya yang terdiri dari 4 tingkatan keluarga mandiri (KM), masing-masing mempunyai 4 kriteria sebagai berikut:

- Menerima petugas Puskesmas

- Menerima pelaayanan kesehaatan sesuai rencana

- Menyatakan masalah secara benar

- Memanfaatkan saran kesehatan sesuai anjuran

- Melaksanakan tindakan pencegahan secara aktif

- Melaksanakan tindakan promotif secara aktif

b. Indikator kinerja fungsionalIndikator kinerja fungsional yaitu indikator kinerja perawat Puskesmas untuk mengukur pecapaian angka kredit jabatan fungsionalnya yaitu jumlah angka kredit yang dicapai sama dengan jumlah kegiatan perawat dalam mencapai indikator kliniknya (output)

Sumber :Kemenkes RI. 2016. Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga.Jakarta : Kemenkes RI.Widagdo. 2016. Keperawatan Keluarga dan Komunitas. Jakarta : PPSDMKesehatan. Depkes, RI. 1993. Petunjuk Pengelolaan Perawatan Kesehatan Masyarakat. Jakarta Depkes, RI. 1996. Pedoman Pemantauan Penilaian Program Perawatan Kesehatan Masyarakat. Jakarta3. Jelaskan konsep keluarga

Keluarga adalah orang yang mempunyai hubungan resmi seperti ikatan darah, adopsi, perkawinan atau perwalian, hubungan sosial (hidup bersama) dan adanya hubungan psikologi (ikatan emosional) (Hanson, 2001 dalam Doane & Varcoe, 2005).

Fungsi keluarga menurut Friedman (1998 dalam Efendi, Ferry & Makhfudli, 2009) :

1. Fungsi Afektif

2. Fungsi sosialisasi dan penempatan sosial

3. Fungsi reproduksi

4. Fungsi ekonomi

5. Fungsi perawatan kesehatan:

a. Kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan keluarga

b. Kemampuan keluarga membuat keputusan yang tepat bagi keluarga

c. Kemampuan keluarga merawat keluarga yang sakit

d. Kemampuan keluarga memciptakan lingkungan sehat

e. Kemampuan keluarga mengakses fasilitas kesehatan

Keperawatan keluarga merupakan pelayanan holistik yang menempatkan keluarga dan komponennya sebagai fokus pelayanan dan melibatkan anggotakeluarga dalam tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi (Kemenkes, 2016).Indikator utama penanda status kesehatan keluarga berdasarkan Program Indonesia Sehat (Kemenkes, 2016):

1. Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB)

2. Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan

3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap

4. Bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif

5. Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan

6. Penderita tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar

7. Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur

8. Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan

9. Anggota keluarga tidak ada yang merokok

10. Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

11. Keluarga mempunyai akses sarana air bersih

12. Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat

Sumber:Doane, G. H., & Varcoe, C. (2005). Family Nursing as Relational Inquiry: Developing Health Promoting Practice. Philadelphia: Lippincott : USA.Ferry Effendi & Makhfudl. 2009. Keperawatan Komunitas : Teori dan Praktek dalam Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.Kemenkes RI. 2016. Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga. Jakarta : Kemenkes RI.

4. Jurnal Keperawatan Komunitas

Diagnosis Dini Tuberkulosis pada Kontak Serumah dengan Penderita Tuberkulosis melalui Deteksi Dini Kadar IFN-γ Tuberkulosis paru masih merupakan masalah dunia. Berdasarkan laporan WHO, kejadian tuberkulosis tertinggi berada di Asia dan Afrika. Negara India dan China merupakan penyumbang terbesar kasus tuberkulosis di dunia yaitu sebesar 40 %. Indonesia menempati peringkat ke tiga di dunia pada tahun 2012. Target nasional Case Detection Rate tahun 2012 adalah 70%, sedangkan pencapaian Jawa Tengah sebesar 58,48%.Penelitian yang dilakukan oleh Indreswari dan Suharyo (2014) tentang Diagnosis Dini Tuberkulosis pada Kontak Serumah dengan Penderita Tuberkulosis melalui Deteksi Dini Kadar IFN-γ bertujuan untuk memperoleh batas kadar interferon (IFN) g pada orang kontak serumah dengan penderita tuberkulosis paru sebagai dasar diagnosis dini penyakit tuberkulosis. Penelitian dilakukan secara kohort selama dua tahun (2011 - 2013) di Balai Kesehatan Masyarakat Paru Semarang. Pada akhir penelitian, terdapat 12 responden kontak dan 13 tidak kontak serumah. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna rerata kadar IFN-g antara kelompok kontak dengan kelompok tidak kontak serumah. Rerata kadar IFN-g pada kontak serumah mengalami penurunan pada sebagian besar kasus (75%). Pada kelompok kontak serumah, 25% menunjukkan gejala klinis suspek tuberkulosis paru. Pemeriksaan mikrobiologis menunjukkan 100% negatif pada kedua kelompok. Hasil reciever operating characteristic kadar IFN-g terhadap status klinis, diperoleh nilai area under the curve sebesar 70,4% (95% CI= 40,8% - 99,9%). Nilai cut off point IFN-g yang optimal secara statistik yaitu pada nilai ³3,277. Diperoleh hasil sensitivitas dan spesifisitas sebesar 67,7%.Pemeriksaan kadar IFN-g dapat digunakan dalam kegiatan skrining untuk mendeteksi secara dini penularan pada kontak serumah dengan penderita tuberkulosis paru sebagai pilot project pada daerah dengan prevalensi tuberkulosis paru yang tinggi. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh perawat komunitas sebagai gerbang utama identifikasi terduga tuberkulosis di antara keluarga, termasuk anak dan ibu hamil. Dengan adanya deteksi dini tuberkulosis, diharapkan dapat memfasilitasi terduga tuberkulosis untuk mengakses pelayanan tuberkulosis sesuai standar, penyuluhan terkait pengendalian infeksi TB kepada anggota keluarga untuk pencegahan penularan TB di dalam anggota keluarga dan pengawasan kepatuhan pengobatan TB melalui Pengawas Minum Obat (PMO).

Sumber :Indreswari & Suharyo. Diagnosis Dini Tuberkulosis pada Kontak Serumah dengan Penderita Tuberkulosis melalui Deteksi Dini Kadar IFN-γ. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (Kesmas). Agustus 2014. Vol 9 No. 1.



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

Pengunjung

    45.856